Rabu, 07 Desember 2022

OPINI BUDAYA DAN SPIRITUAL

 MENEMUKAN TUHAN DILUAR RITUAL 

Oleh : Budi Utomo. SH*

Aku termasuk orang yang ketika beribadah ritual hatiku justru sangat sering jalan-jalan, entah itu ke masa depan, masa lalu, ke kafe, ke kampung, dll. Ketika hatiku jalan-jalan saat salat misalnya, aku rasa sudah pasti aku tak menemukan Tuhan dalam salatku. Ya aku tetap salat sambil berharap menemukan-Nya di dalamnya. Tapi aku merasa harus lebih banyak latihan khusyuk lagi. Dan itu tidak gampang.

Tapi aku tidak putus asa. Meskipun aku sulit menemukan-Nya dalam ibadah ritual, aku masih bisa menemukan-Nya dalam ibadah sosial. Hatiku sering bergetar ketika membantu teman yang kesusahan (entah masalah ekonomi hingga percintaan), memberikan adikku uang untuk jajan di sekolahan, membuat orang tuaku tersenyum bangga karena melihat aku menjalani hidup dengan baik, dan sebagainya. Aku merasa bahagia jika melakukan itu semua. Perlahan kita bisa kok jadi hamba yang baik sesuai "porsi" kita masing-masing. Kita bisa membuat Tuhan tersenyum dengan membuat hamba-Nya tersenyum.

Tidak hanya di kehidupan pribadi. Aku merasa tersentuh misalnya ketika melihat seseorang yang selalu memperjuangkan hak rakyat kecil dan minoritas, atau Lionel Messi yang mendermakan banyak hartanya untuk anak-anak penderita kanker. Mereka melakukan itu tanpa pandang latar belakang agama, suku, ras, atau golongan. Aku merasakan Tuhan juga ada di sana.

Dari pengalaman pribadi itu aku merasa Tuhan tidaklah terkungkung dalam ritual yang sempit lebih-lebih di tempat ibadah. Dulu, aku sering merasa Tuhan hanya ada di tempat ibadah.  Perasaan yang sangat tidak peka dan terkesan "mengkerdilkan" Tuhan. Fisikku salat tapi hati tidak benar-benar mengahadap Tuhan. Fisik puasa tapi setelah berbuka nafsu kembali liar. Zakat jalan tapi penindasan sosial-ekonomi-politik pada orang yang lemah tetap langgeng.

Tapi sekarang aku merasa, di mana ada kebaikan, di situlah Tuhan berada, entah kebaikan itu dilakukan oleh siapapun. 

Berapa kali aku telah benar-benar menyembah-Nya? Entahlah.

*Adalah Sekretaris Darul Mubtadiin Foundation.

Gubuk Pesantren Darulmubtadiin


Selasa, 06 Desember 2022

FIQIH

 


KITAB BERSUCI (Bag III)

Fasal

Yang mewajibkan mandi besar adalah enam 6 hal, yang tiga berlaku bagi orang laki-laki dan perempuan, yaitu bersentuhnya dua persunatan, mengeluarkan seperma dan meninggal dunia, dan adapun yang tiga lagi terkhusus bagi perempuan yaitu haidh, nifas dan wiladah (melahirkan).

Fasal

Fardhu (wajibnya) mandi besar ada tiga, yaitu niat, menghilangkan najis (jika ada dalam badan) dan menyampaikan air pada semua bulu dan kulit.

Sunahnya mandi ada lima, yaitu membaca bismillah, berwudlu, menggosok badan, kontinyu dan mendahulukan anggota badan bagian kanan baru anggota badan bagian kiri.

Fasal

Mandi besar yang disunnahkan ada empat belas 14, yaitu mandi jum'ah, mandi eidul fitri dan adha, mandi sholat istisqo', mandi sholat gerhana matahari dan bulan, mandi setelah memandikan jenazah, mandinya orang kafir yang masuk islam, mandinya orang gila dan ayan ketika sembuh, mandi ketika ihrom, mandi ketika masuk makkah, mandi saat wuquf, mandi saat mabit di muzdalifah, mandi saat melempar jumroh dan mandi saat hendak thawaf.

MH

Sabtu, 03 Desember 2022

HADITS

Matan Arba'in Nawawi 

RUKUN ISLAM YANG AGUNG

 عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.[رواه الترمذي ومسلم ]

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadhan. (HR. At-Tirmizi dan Muslim)


📝Catatan:

☆ Hadits ini menunjukkan adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.

☆ Nash hadits diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

"Iman itu terdapat tujuh puluh lebih sekian cabang." (Al-Bukhori dan Muslim)

☆ Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak ada artinya iman tanpa amal.

(Abdillah Hasan. SPd)

Kamis, 01 Desember 2022

HADITS

Matan Arbain Nawawi 


IMAN, ISLAM DAN IHSAN

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .  

[رواه مسلم]

Dari Umar radhiallahu anhu dia juga berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seraya berkata: “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu”, kemudian dia berkata: “anda benar”. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukan aku tentang Iman”, lalu beliau bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk”, kemudian dia berkata: “anda benar”.  Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan aku tentang ihsan”, lalu beliau bersabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”. Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”, beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”, dia berkata:  “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya”, beliau bersabda:  “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya”, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”, aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”, beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian”. (HR. Muslim)


📝Catatan :

√ Ibnu Daqiqil 'Ied berkata; "Ini adalah hadits yang agung, mencakup semua bentuk amal yang zhahir dan yang batin. Semua ilmu syariat bermuara kepada hadits ini, lalu darinya lahir bercabang-cabang ilmu. Sebagaimana Al-Fatihah disebut Ummul Qur'an karena mencakup semua makna yang terdapat dalam Al-Qur'an.

√ Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama (hadir bermajelis).

√ Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya kedurhakaan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.

√ Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

(Abdillah Hasan. SPdi)

OPINI BUDAYA DAN SPIRITUAL

 MENEMUKAN TUHAN DILUAR RITUAL  Oleh : Budi Utomo. SH* Aku termasuk orang yang ketika beribadah ritual hatiku justru sangat sering jalan-jal...